Lompat ke konten Lompat ke sidebar Lompat ke footer

Mengunjungi Jawa Pos Radar Kudus

Salam Oktober! Hai Sobat Jakik, Apa kabar? Kuharap baik-baik saja. Satu tahun berlalu Jakik tidak menulis di blog kecil ini. Kuharap masih ada segelintir orang yang setia membaca tulisan yang tidak begitu bagus di blog ini.
Beberapa hari yang lalu, tepatnya hari Kamis, 25 Oktober 2018. Jakik melakukan Studi Banding ke Jawa Pos Radar Kudus. Salah satu media cetak dan Online terbaik di daerah Pantura Jawa Tengah. Dalam artikel ini, Jakik akan menulis apa saja yang telah didapatkan selama pergi ke Radar Kudus. Sebenarnya, sebelum ke Radar Kudus, Jakik beserta rekan MGMP (Musyawaroh Guru Mata Pelajaran) Bahasa Indonesia pergi mengunjungi Museum Jenang Mubarok. Untuk cerita tentang Museum Mubarok akan ditulis di lain waktu.
Gedung Radar Kudus
Gedung Radar Kudus

Radar Kudus merupakan bagian dari Surat Kabar Jawa Pos. Kantor Radar Kudus terletak di pusat Kota Kabupaten Kudus,  tepatnya di Jl. Hos Cokroaminoto No.9, Mlati Norowito, Kota Kudus, Kabupaten Kudus. Jadi, kendaraan apapun dapat menuju ke daerah tersebut. Teruntuk yang membawa kendaraan beroda dua atau empat, halaman parkir yang disediakan cukup luas. Hanya saja, jika membawa rombongan bus dapat memarkir kendaraan di Pom Bensin yang berada tepat di sebelah kanan bangunan Kantor Radar Kudus.

Bangunannya terlihat megah dan apik yang berwarna putih dengan kombinasi warna biru. Terdiri dari dua lantai. Untuk memasuki gedung Radar kudus harus menaiki tangga kecil di selasar beranda kantor. Tidak terlalu tinggi, tapi jika berlarian naik-turun hingga sepuluh kali tetaplah akan merasa lelah. 


Tangga Depan
Tangga Depan

Ketika memasuki ruangan lantai pertama, akan terlihat sebuah ruangan aula yang cukup luas, sepertinya digunakan sebagai ruang pertemuan, karena kemarin kami disambut oleh pihak Redaksi di aula tersebut. Di bagian depan Aula terdapat meja kursi resepsionis (sepertinya), di sudut depan bagian kiri ruangan terdapat gantungan baju dan sebagainya yang bisa dibeli sebagai cinderamata. Di lantai pertama tidak hanya terdapat aula kosong, tetapi juga terdapat sebuah mading (Majalah Dinding) tiga dimensi yang dibuat oleh siswa-siswa sekolah tingkat Nasional. Majalah Dinding tiga dimensi tersebut beraneka ragam bentuknya, ada yang berisi berbagai macam informasi dan ada pula yang berbentuk miniatur sebuah kota metropolitan. Tepat di sebelah tangga yang digunakan untuk naik ke lantai dua, terdapat gambar grafiti yang sangat menarik. Di sini dapat digunakan sebagai tempat berswafoto. Berfotolah sesuka hati. Jika lelah dan ingin ke kamar mandi, Anda dapat menemukan toilet tepat di bawah tangga.

Mading 3D
Mading 3D


Mading 3D

Aula, Ruang pertemuan
Grafiti Swafoto
Tangga ke lantai 2

Naik ke lantai dua. Lantai dua merupakan ruang baca. Terdapat beberapa meja bundar yang dapat digunakan untuk membaca koran. Di dekat meja bundar tersebut terdapat rak atau tumpukan koran yang dapat dibaca kapan pun. Pada sisi yang lain, terdapat ruang kerja para tim redaksi. Dari mulai pembuatan layout/tata letak koran surat kabar hingga penyuntingan naskah berita sebelum terbit. Tiap meja memiliki tugas masing-masing. Di dinding ruangan lantai dua, terdapat sebuah jam dinding yang sangat besar dengat tulisan “Ingat DEADLINE…!!!”. Jakik beranggapan bahwa jam tersebut sebagai batas waktu pengerjaan menulis berita. Karena memang bekerja di surat kabar terpaut dengan waktu.



Meja Bundar

Rak Surak Kabar









Jam Deadline
Begitulah gambaran singkat tentang bentuk dan suasana Radar Kudus. Nah, lantas apa yang Jakik dapatkan ketika mengunjungi Radar Kudus?. Jakik mendapat berbagai pengetahuan tentang persuratkabaran. Dimulai dari proses pencarian berita, hingga berita tersebut sampai ke tangan pembaca di khalayak umum.
Radar Kudus tergabung dalam beberapa biro, yakni Biro pati, Biro Kudus, Biro Rembang, Biro Blora, dan Biro Grobogan.


Menurut paparan dari pihak Redaksi, maksimal berita diharuskan selesai tersusun itu hingga pukul 4.00 sore dan pukul 9.00 malam. Ada email khusus yang digunakan oleh para wartawan untuk proses pengiriman berita ke pihak editor.

Editor juga terdapat berbagai macam tugas, yaitu ada yang bertugas menyunting naskah, dan adapula mengatur tata letak surat kabar. Editor naskah dan bagian layout/tata letak harus mampu bekerja sama. Mereka harus pandai memilah berita dan mengatur tata letak. Tidak semua berita yang didapatkan semua naik cetak, karena ada proses pemilahan. Dipilih yang paling menarik dan diminati oleh pembaca. Pukul 10.00 malam mulai masuk ke percetakan. Dan, selesai cetak maksimal pukul 2.00 dini hari.

Editor Berita

Ada sebuah mobil ekspedisi yang digunakan untuk mengantar ke masing-masing daerah. Pada masing-masing daerah memiliki petugas loper koran. Loper koranlah yang bertugas menjual dan mengantarkan koran tersebut ke rumah-rumah masyarakat.
Ketika berita sudah sampai pada masyarakat dan ternyata berita yang dikemas sedikit tidak benar. Mereka diijinkan melakukan keluhan pada pihak wartawan, lantas wartawan melaporkan ke pihak Redaksi. Selanjutnya pihak Redaksi membuat berita klarifikasi di kemudian hari.

Untuk mengatasi kesalahan tersebut, pihak Redaksi meletakkan tiap satu berita dalam satu buah folder. Jika seandainya ada yang melakukan keluhan, mereka dapat mengecek kembali berita tersebut. Hal tersebut dilakukan untuk mengetahui kesalahan terdapat pada pihak editor atau pada pihak wartawan.
Untuk itulah, bagi yang ingin menjadi atau bekerja di pihak penerbitan surat kabar. Minimal diwajibkan sarjana strata satu, semua jurusan. Kualifikasi yang harus dipenuhi adalah mampu mengemas dan menulis berita dengan apik serta menarik. Karena penulis yang baik adalah penulis yang mampu menjelaskan secara rinci dan mudah dipahami.

Terima kasih, begitulah yang Jakik dapatkan selama Studi Banding persuratkabaran di Jawa Pos Radar Kudus. Semoga tulisan ini bisa bermanfaat bagi segala bidang dan lapisan masyarakat.

Keluarga MGMP Bahasa Indonesia SMP Rembang


Cukup sekian. Salam literasi. Salam Chappappa.