Lompat ke konten Lompat ke sidebar Lompat ke footer

Di- sebagai Kata Depan dan Imbuhan

Ada dua macam cara penulisan di-. Di- dapat berposisi sebagai kata depan dan bisa juga sebagai kata imbuhan.

Lantas, apa sih? Perbedaan antara kata depan dan kata imbuhan. Berikut penjelasannya:

1. Di- sebagai kata imbuhan 
Di- dapat dikatakan sebagai kata imbuhan jika melekat pada kata kerja atau kata benda. Imbuhan di- jika melekat pada kata kerja akan membentuk kalimat pasif transitif. 
Di- sebagai imbuhan ditulis tanpa jarak atau digabung. 
Contoh: pintu dibuka oleh ayah, materi ini dibaca dengan sepenuh hati, ada udang di balik batu, dan lain sebagainya. 

2. Di sebagai kata depan
Di dikatakan sebagai kata depan jika setelah di merupakan nama tempat atau sesuatu yang menyatakan tempat. Di sebagai kata tempat ditulis terpisah.
Contoh: ayah bekerja di Rembang, kita makan di mana?, jam dinding menempel di tembok, dan lain sebagainya.


Simpelnya begini, di- akan digabung jika setelahnya adalah kata kerja dan dipisah jika setelahnya kata yang menunjukkan tempat.

Untuk lebih jelasnya silakan lihat ilustrasi gambar berikut: 

1. Ada gajah di balik batu.
Kata di balik dipisah karena balik menunjukkan tempat. Artinya: ada seekor gajah yang sedang bersembunyi di balik sebuah batu.
2. Ada gajah dibalik batu.
Kata dibalik digabung karena balik merupakan kata kerja. Artinya: ada sebuah batu yang sedang membalik seekor gajah.



Bagaimana? Sudah paham?
Jika seandainya, ada kata "dikumpulkan", yang benar, dikumpulkan apa di kumpulkan

Terima kasih.
Salam Literasi.