Lompat ke konten Lompat ke sidebar Lompat ke footer

Cerita Fantasi: The Mobile Legends

The Mobile Legends

Dikisahkan, pada suatu masa di Desa Game Moba. Ada sebuah pertandingan, yakni pertandingan antara tim merah dan tim biru. Kedua tim tersebut merupakan musuh bebuyutan pada setiap pertandingan. 

Pertandingan saat itu adalah pertandingan menghancurkan menara. Siapa yang paling cepat menghancurkan seluruh menara, itulah pemenangnya. 

The Mobile Legends
The Mobile Legends (Ilustrasi)

Di pihak tim biru, ada lima orang, di antaranya Granger, Natalia, Hayabusa, Jhonson, dan Gusion. Sedangkan di pihak tim merah juga terdapat lima orang, di antaranya Popol and Kupa, Valir, Chou, Balmon, dan Ling.

“Hei biru, kalian harus siap=siap kalah dari tim kami,” ucap Chou dengan angkuh.

“Jangan sombong dulu, Chou! Kita lihat saja nanti, tim siapa yang akan menduduki tahta kemenangan,” ucap Gusion dengan tenang.

“Oke, kita lihat saja nanti,” ucap seluruh anggota tim merah dengan serentak.

Pertempuran pun dimulai. Tim biru langsung menyerang tim merah. Dengan cepat, Granger melumpuhkan Valir dan Natalia melumpuhkan Popol and Kupa. Meskipun tim merah sedikit terpojok, tetapi mereka masih semangat dan terus menghancurkan menara milik tim biru. 

Pertandingan semakin memanas. Granger pun berinisiatif untuk bekerja sama dengan Jhonson, karena ia bisa berubah menjadi mobil. 

“Jhon, jadi mobil! Kita harus bekerja sama dan menghancurkan mereka,” ucap Granger.
“Siap, kapten!” jawab Jhonson singkat.

Granger pun menaiki Jhonson dan langsung menghantam tim merah. Popol dan teman satu timnya langsung tumbang. Meskipun awalnya mereka berkelit terlebih dahulu.

Ketika seluruh tim musuh masih dalam keadaan lumpuh, Granger pun berteriak, “Semuanya! Kita berkumpul! Mari kita bangunkan Sang Dewa Lord.”

Mereka pun berkumpul dan saling menyilangkan tangan dan berteriak bersamaan, “Dewa Lord! Bangunlah! Bantu kami dan berikan kami setengah kekuatanmu.”

Beberapa waktu kemudian, terdengar suara petir yang menggelegar dan muncullah sesosok Dewa yang membawa palu raksasa. Dewa itu pun langsung menghancurkan seluruh menara tim biru. 

Akhirnya, tim merah menyerah dan mengaku kalah kepada tim biru. Pertandingan yang baru saja terjadi menjadi sejarah awal dari persahabatan kedua tim tersebut.

Pengarang: M. Faidhul Makhasin (7E/ SMP N 1 Sedan/ 2020) 
 
Pemilik hak cipta dari ide cerita semua milik siswa. Pemilik blog (Pak Guru) hanya menulis kembali dan membenahi beberapa penulisan dan gaya bahasa agar terlihat lebih menarik untuk dibaca.