Lompat ke konten Lompat ke sidebar Lompat ke footer

Rasanya Menjadi Wali Kelas

Salam Desember! Genap satu semester sudah saya menjadi seorang Wali Kelas, khususnya Wali Kelas di kelas VII (Tujuh) C. Saya hanya ingin membagikan kisah bagaimana rasanya menjadi Wali Kelas, supaya sewaktu-waktu diriku ini ingin membaca tulisan ini kembali, atau mungkin dapat bermanfaat bagi khalayak umum. Jika saat ini Anda membaca tulisan ini karena mencarinya dari ‘Google’, Anda adalah bagian dari orang yang sangat beruntung. Sebenarnya, menjadi Wali Kelas itu asyik. Meskipun tidak selamanya mengasyikkan.

Kelas VII C
Bersama kelas VII C


Pernah mendengar lagu yang berbunyi “Angge-angge orong-orong, ra melu nggawe melu momong” (terjemahan: tidak ikut membuatnya tetapi ikut mengasuhnya). Ituah rasanya menjadi Wali Kelas.

Menjadi Wali Kelas itu rasanya seolah-olah menjadi ketua sebuah geng. Bagaimana tidak? Saya harus menyusun dan mengatur rencana apa yang harus dilakukan dan diperlukan ketika berada di kelas (kemudian saya akan menyebutnya markas). Sebagai seorang ketua geng harus pandai-pandai mengatur sebuah markas agar tidak membosankan, melengkapi berbagai kebutuhan supaya tidak kalah bagus dan menarik dengan markas dari geng-geng lainnya.

Ketika suasana markas begitu menyenangkan tentunya ketika ada kunjungan (kegiatan belajar mengajar) akan lebih nyaman dan terasa bangga jika markasnya termasuk markas yang paling bersih. Menambahkan hiasan-hiasan dinding juga perlu untuk memperindah tampilan markas. 

Lanjut pada tugas seorang Wali Kelas, Wali Kelas harus mampu mengatur dan bertanggung jawab atas siswa-siswanya. Jika seandainya ada beberapa siswa yang sedikit istimewa karena kenakalannya atau ketakmauannya untuk belajar dengan sungguh-sungguh. Memantau daftar hadir siswa itu merupakan tugas paling penting dari seorang Wali Kelas. Ketika ada salah seorang siswa ada yang tidak hadir teralu lama karena alasan yang tidak begitu jelas, seorang Wali Kelas harus menelusurinya. Mencari informasi dan bahkan menghubungi orang tua siswa yang bersangkutan untuk bertatap muka secara langsung di sekolah. Hal ini bertujuan untuk mengklarifikasi bagaimana keadaan dan alasan kenapa siswa yang bersangkutan tidak masuk sekolah cukup lama tanpa adanya alasan yang jelas.

Karena Wali Kelas seolah-olah merupakan orang tua siswa di sekolah. Maka ketika ada salah satu siswa yang tergolong membandel dan sedikit nakal, Wali Kelas akan  diberi kabar dan perkembangan siswanya. Wali Kelas juga akan sering mendapat informasi dan teguran dari guru-guru lainnya. Semakin sering dan banyak siswa-siswa yang memiliki keahlian khusus di kelas (cerewet, nakal, malas, tukang tidur, bandel, dan lain sebagainya), semakin sering pula kelas tersebut menjadi sorotan. Seoah-olah ketua gengnya lah yang harus bertanggung jawab.

Hal tersebut merupakan tugas utama seorang Wali Kelas, bagaimana caranya seorang Wali Kelas atau ketua geng mengatur dan membimbing anak buahnya. Di sinilah letak mengasyikkannya. Ketua harus bisa berbaur dan mengetahui karakter para anak buahnya. Karena sejatinya, setiap anak itu istimewa.

Dalam kegiatan akademik, tugas Wali Kelas akan terasa berat jika pada pertengahan dan akhir semester. Wali Kelas harus menyusun nilai laporan hasil belajar siswa (rapor). Jika ada beberapa anak yang memiiki nilai di bawah rata-rata, Wali Kelas harus menelusuri dan membimbing agar siswa yang bersangkutan menjadi lebih baik. Menyusun rapor itu sedikit melelahkan. Bagaimana tidak? Wali Kelas harus teliti dalam memasukkan niai, setelah selesai semua harus dicetak dan bertanggung jawab untuk meminta tanda tangan kepada Kepala Sekolah. Setelah itu, Wali Kelas harus bertanggung jawab menyampaikan hasil laporan belajarnya kepada Wali Murid. 

Untuk itu, jika Anda masih menjadi seorang siswa, bersikap baiklah ketika berada di sekolah.  Karena hal tersebut adalah ucapan terima kasih bagi Wali Kelas yang paling sempurna.

Satu hal yang perlu diingat! Menjadi pemimpin itu tidak buruk, tapi mengasyikkan. Apalagi jika pemimpin dari banyak siswa yang masih tergolong anak-anak. Mengenal keberagaman karakter siswa-siswa yang beragam itu menyenangkan. Karena sejatinya, setiap anak itu istimewa.

Sekian dan Salam Chappappa!