Lompat ke konten Lompat ke sidebar Lompat ke footer

Cerita Fantasi: Laura dan Bebek Ajaib

Laura dan Bebek Ajaib

Dahulu kala ada seorang gadis perempuan yang hidup di sebuah desa bernama Desa Karang Kragan.  Gadis tersebut bernama Laura. Dia tinggal bersama kedua orang tuanya dan adiknya. 

Pada suatu malam, tepatnya di malam Kamis, Laura sedang tertidur lelap di dalam kamarnya. Tiba-tiba, di luar jendela kamarnya ada cahaya putih bersih yang menyinari jendela kamarnya, sehingga Laura pun terbangun dan terkejut sambil berteriak ketakutan.

“Ibu.... Ayah.... tolong...!” Teriak Laura ketakutan.


Laura dan Bebek Ajaib
Laura dan Bebek Ajaib (Ilustrasi}

Semakin Laura berteriak, semakin jelas pula apa yang terlihat di balik jendela kamarnya. Ternyata dari balik cahaya tersebut ada seekor bebek betina. Laura pun berlari menuju kamar kedua orang tuanya sambil berteriak. Lantas, Laura pun menceritakan kejadian tersebut kepada orang tuanya. Hanya saja, ibunya tidak percaya dengan apa yang diceritakan Laura.

“Ibu....! Tadi di kamarku ada cahaya putih terang,” ucap Laura sambil ketakutan.

“Apa maksudmu? Cahaya apakah itu?” tanya ibu sambil terheran-heran.

“Saya juga tidak tahu Bu, ketika saya tidur tiba-tiba ada sebuah cahaya muncul dan dibalik cahaya itu muncul seekor bebek betina,” ujarnya.

Mereka pun menuju kamar Laura untuk memastikan apa yang diceritakan Laura barusan. Ternyata benar, di sana terdapat seekor bebek betina yang indah. Sehingga Laura pun berkeinginan untuk memeliharanya karena warnanya yang putih bersih.

Akhirnya,  bebek tersebut dipelihara oleh Laura. Tanpa disadari ternyata bebek tersebut adalah seekor bebek ajaib. Setiap kali bebek tersebut bertelur, salah satu telurnya merupakan telur emas. Laura pun terkejut dan memanggil ibunya.

“Ibu... ibu... kemarilah! Lihatlah bebek ini, dia mengeluarkan telur emas. Ucap Laura sambil berteriak memanggil ibunya.

“Ada apa Laura? Kenapa kau berteriak?” tanya ibunya dengan lirih.

“Lihatlah...  bebek ini mengeluarkan telur emas,” kata Laura sambil menunjuk bebek betina tersebut.

“Hah? Bagaimana bisa?” kata ibu.

“Saya juga tidak tahu,” ujar Laura.

“Bagaimana kalau kita jual telurnya?” ucap ibu.

“Iya, Bu. Kita jual saja,” ucap Laura singkat.

Akhirnya telur-telur tersebut dijual oleh Laura dan ibunya. Uang dari hasil penjualan telur emas tersebut dibuat untuk membangun rumah dan disumbangkan kepada warga sekitar yang membutuhkan.
 

Pengarang: Bunga Chika Anggraini (7D/ SMP N 1 Sedan/ 2020)

Pemilik hak cipta dari ide cerita semua milik siswa. Pemilik blog (Pak Guru) hanya menulis kembali dan membenahi beberapa penulisan dan gaya bahasa agar terlihat lebih menarik untuk dibaca
.