Lompat ke konten Lompat ke sidebar Lompat ke footer

Pengertian, Ciri, dan Jenis Teks Fantasi

Cerita fantasi merupakan salah satu jenis cerita yang sangat penting untuk melatih kreativitas. Seorang penulis atau pembaca dipaksa untuk berfantasi. Berfantasi secara aktif bisa mengasah kreativitas.

 

Cerita fantasi merupakan sebuah karya tulis yang dibangun menggunakan alur cerita yang normal, hanya saja memiliki sifat imajinatif dan khayalan yang terkandung di dalamnya. Pada cerita fantasi, hal yang bersifat tidak mungkin (hal yang tidak masuk akal) merupakan hal yang biasa dan bukan hal yang aneh, bahkan sengaja dilebih-lebihkan, jika dilogikakan, tidak akan pernah terjadi di dunia nyata. Misalnya, film Doraemon, Naruto, dan Spongebob. Sosok tokoh Doraemon dan Naruto merupakan hal khayalan, tidak mungkin ada di dunia nyata. Begitu juga dengan Spongebob, mana mungkin ada seekor ikan yang beraktifitas di bawah laut layaknya manusia. Bahkan, ada api di dalam air pula. Bukankah hal tersebut termasuk hal yang tidak masuk akal, bukan? Begitu juga dengan teks fantasi.

Ciri umum cerita fantasi
Cerita mengungkapkan hal-hal supranatural/ kemisteriusan, kegaiban yang tidak ditemui dalam dunia nyata. Cerita fantasi adalah cerita fiksi berjenis fantasi (dunia imajinatif yang diciptakan penulis). Pada cerita fantasi hal yang tidak mungkin ada di dunia dijadikan seolah-olah seperti hal yang biasa. Tokoh dan latar yang diciptakan penulis tidak ada di dunia nyata atau modifikasi dunia nyata. Tema dari cerita fantasi adalah keajaiban, sihir, supernatural atau  futuristik ( cerita tentang masa depan).

Ide cerita terbuka terhadap daya khayal penulis, tidak dibatasi oleh realitas atau kehidupan nyata. Ide juga berupa irisan dunia nyata dan dunia khayali yang diciptakan pengarang. Ide cerita terkadang bersifat sederhana  tapi mampu menitipkan pesan yang menarik.Tema cerita fantasi adalah keajaiban, sihir, supernatural atau  futuristik. Contoh, pertempuran komodo dengan siluman  serigala  untuk mempertahankan  tanah leluhurnya, petualangan di balik pohon kenari yang melemparkan tokoh ke zaman Belanda, zaman Jepang, kegelapan karena tumbukan meteor, kehidupan saling cuek dalam dunia teknologi canggih pada 100 tahun mendatang, pertarungan antara para ninja untuk menjadi hokage, pertarungan antara manusia karet dengan manusia petir, atau petualangan tentang robot dari masa depan yang kembali ke masa lalu.

Peristiwa  yang dialami tokoh  terjadi pada dua latar yaitu latar yang masih ada dalam kehidupan sehari-hari (masih berada di planet bumi) dan latar yang  tidak tidak ada pada kehidupan sehari-hari (pertarungan di dunia ninja dan pertarungan di planet mars).  Alur dan latar cerita fantasi memiliki kekhasan.  Rangkaian peristiwa cerita fantasi  menggunakan berbagai latar yang menerobos dimensi ruang dan waktu. Misalnya, tokoh Nono bisa mengalami kejadian  pada beberapa latar (latar waktu liburan di Wligi, latar zaman Belanda, dan sebagainya). Jalinan peristiwa pada cerita fantasi berpindah-pindah dari berbagai latar yang melintasi ruang dan waktu. Misalnya, Doraemon yang pergi dari abad 22 menuju masa sekarang atau pertaruangan antara power ranger dan monster.

robot masa depan


Tokoh dalam cerita fantasi bisa diberi watak dan ciri yang unik dan tidak  ada dalam kehidupan sehari-hari.  Tokoh memiliki kesaktian-kesaktian  tertentu.  Tokoh  mengalami peristiwa  misterius yang tidak terjadi pada kehidupan sehari-hari. Misalnya, seseorang yang memiliki tubuh elastis seperti karet atau seseorang yang mampu melihat tembus pandang.

Dalam teks fantasi, bahasanya menggunakan sinonim  dengan emosi yang kuat  dan variasi kata cukup menonjol. Bahasa yang digunakan variatif, ekspresif, dan menggunakan ragam percakapan (bukan bahasa formal) atau bisa disebut bahasa sehari-hari.

Jenis Cerita Fantasi
Jenis cerita fantasi berdasarkan kesesuaiannya dalam kehidupan nyata dibedakan menjadi dua, yakni fantasi total dan fantasi sebagian (irisan). Pertama, fantasi total berisi fantasi pengarang terhadap objek/ tertentu. Pada cerita kategori ini semua yang terdapat pada cerita semua tidak terjadi dalam dunia nyata. Misalnya, cerita fantasi  Nagata itu total fantasi penulis. Jadi nama orang, nama objek, nama kota benar-benar rekaan pengarang (100% semua khayalan). Kedua, fantasi irisan yaitu cerita fantasi yang mengungkapkan fantasi tetapi masih menggunakan nama-nama dalam kehidupan nyata, menggunakan nama tempat yang ada dalam dunia nyata, atau peristiwa pernah terjadi pada dunia nyata (50% khayalan dan 50% seperti keadaan nyata).

Semoga bermanfaat dan selamat belajar Bahasa Indonesia.
Salam Literasi.

Sumber: Harsiati, T., Trianto, A., dan Kosasih, E. 2017. Bahasa Indonesia. Jakarta: Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan. Hal 50-54


Latihan/Penugasan 

  1. Jelaskan menurut Anda, apa yang dimaksud/ pengertian dari teks fantasi!
  2. Sebutkan dan jelaskan ciri umum teks fantasi!
  3. Jelaskan perbedaan antara fantasi total dan fantasi irisan? Berikan masing-masing dua contoh!
  4. Jelaskan apa yang dimaksud dengan latar melintasi ruang dan waktu? Berikan dua contoh!

*Tugas dikerjakan di buku, lantas difoto dan dikirim ke WhatsApp