Lompat ke konten Lompat ke sidebar Lompat ke footer

Pengertian, Ciri, dan Struktur Teks Eksposisi

Teks eksposisi adalah teks yang menerangkan suatu pokok bahasan yang dapat menambah wawasan pembaca. Untuk memperkuat atau mempertegas masalah yang disampaikan, biasanya dilengkapi dengan gambar dan data statistik. Tujuannya, supaya pembaca mendapat informasi dan pengetahuan dengan sejelas-jelasnya.

Teks eksposisi adalah teks yang berisi informasi atau ilmu pengetahuan atau persoalan yang berupa data (gambar, angka, grafik, dan sebagainya) berdasarkan pengamatan. Teks eksposisi juga dilengkapi dengan berbagai argumen dari penulis atau pembicara.

Dalam membuat karangan teks eksposisi penulis harus mengetahui perincian tentang suatu topik yang ingin dibahas, kemudian perincian-perincian tersebut dikembangkan menjadi paragraf utuh. Untuk menjadi paragraf eksposisi yang baik, tentunya harus didukung dengan opini atau argumen penulis.

Teks eksposisi biasanya dapat kita jumpai atau saksikan di berbagai media massa cetak, di antaranya yaitu Koran, Majalah, buku, dan lain sebagainya.

Belajar Eksposisi (Ilustrasi)

Ciri- Ciri Teks Eksposisi

Seperti halnya jenis teks yang lain, teks eksposisi juga memiliki beberapa ciri. Berikut ini adalah kaidah-kaidah kebahasaan yang harus terpenuhi dalam teks eksposisi:

  1. Bersifat objektif pada pembahasan persoalan dan  tidak  menggunakan  kata atau frasa  yang bersifat menarik emosional pembaca sehingga tidak memihak kepada pihak  apa pun.
  2. Bersifat informatif. Artinya, setelah dibaca, pembaca merasa mendapatkan informasi tambahan.
  3. Teks memuat f akta. Fakta dapat berisi data berupa angka, misalnya “…tingkat kasus pengguna narkoba selama sedekade terakhir…”
  4. Menggunakan bahasa baku dengan ragam laras ilmiah  dan  gaya  bahasa  yang  lugas.  Selain itu, tanda baca dan ejaan juga sangat diperhatikan yang ditulis berdasar kan PUEBI.

Membahas tentang teks eksposisi maka akan menyinggung pula tentang fakta dan opini, karena dalam teks eksposisi berisi fakta-fakta dan ditunjang dengan argumen/ pendapat penulis (opini).

Lantas, apa sih? Perbedaan fakta dan opini? Berikut penjelasannya!

Fakta: hal (keadaan atau peristiwa} yang merupakan kenyataan; sesuatu yang benar-benar ada atau terjadi; sesuatu yang tidak bisa dibantah.

"Edo sudah mahir bermain bola sejak usia 7 tahun"

Opini: pendapat atau pokok pikiran dari seseorang. 

"Edo mengaku bahwa dia pemain bola paling hebat di Indonesia"

 Baca Juga: Jenis-jenis teks eksposisi

Struktur Teks Eksposisi
Teks eksposisi memiliki struktur tersendiri yang terdiri atas pernyataan pendapat (tesis), argumentasi, dan pernyataan ulang (reiteration). Dalam soal, pada umumnya disajikan potongan paragraf dan peserta didik diminta untuk mengidentifikasikannya, cuplikan paragraf tersebut merupakan struktur bagian apa.. Oleh karena itu, sangat penting untuk memahami konsep dari ketiga komponen struktur tersebut. Simak paparan di bawah ini!

Pernyataan pendapat atau tesis
Bagian ini berada pada bagian awal teks yang berisi topik yang diangkat oleh penulis. Selain itu, opini dari penulis juga termasuk di dalamnya. Opini ini membuat pembaca untuk memosisikan diri apakah pro ataupun kontra. Misalnya, ketika mau membahas tentang bahaya narkoba. Maka, penulis harus memosisikan diri terlebih dahulu, apakah ia harus setuju atau tidak sebelum memaparkan pendapatnya pada paragraf berikutnya.

Argumentasi
Setelah topik diangkat melalui opini yang didasari berdasarkan fakta, bagian selanjutnya ialah bagaimana opini tersebut didukung dengan argumentasi berdasar kan data dan fakta yang kuat, serta sistematis. Semakin ilmiah data yang diberikan dan dengan penjelasan yang runtun, semakin baik kualitas dari tulisan. Karena itu, bagian ini pada umumnya lebih dari satu paragraf sebab selain data dan fakta, beberapa jenis teks eksposisi memberikan penyajian contoh beserta alasan. Paragraf yang berisi argumentasi biasanya lebih darisatu paragraf, tergantung dari pokok bahasan apa yang dibahas.

Penegasan ulang
Bagian ini berada pada paragraf akhir sehingga disebut juga sebagai penutup atau kesimpulan. Paragraf yang berisi tesis disebutkan, tetapi biasanya tidak secara langsung, yaitu dengan menggunakan kata rujukan, seperti “…Pada akhirnya, persoalan tersebut masih menjadi perdebatan…”. Kata tersebut merujuk apa yang diangkat pada bagian tesis.