Lompat ke konten Lompat ke sidebar Lompat ke footer

Pengertian, Ciri, Jenis, dan Contoh Teks Prosedur

Teks prosedur adalah sebuah teks yang berisi tata cara, tahapan, atau langkah-langkah yang harus dilakukan untuk mencapai tujuan tertentu. Baik itu langkah-langkah melakukan sesuatu, langkah-langkah membuat sesuatu, maupun langkah-langkah menggunakan sesuatu.

Teks prosedur diklasifikasikan menjadi tiga jenis. Pertama, teks yang bertujuan untuk melakukan suatu aktivitas (misalnya: cara melakukan tari tor-tor dan langkah-langkah cara mencuci tangan). Kedua, teks yang berisi langkah-langkah cara menggunakan suatu alat (misalnya: cara memainkan seruling dan cara memainkan gitar). Ketiga, teks yang berisi langkah-langkah membuat sesuatu (cara membuat bubur ayam dan cara membuat Channel Youtube). 

Baca juga: Pengertian dan Ciri Teks Deskripsi

Ilustrasi (sumber: Pinterest)

Tujuan Teks Prosedur

Tujuan  teks prosedur yaitu menjelaskan kegiatan yang harus dilakukan  agar  pembaca/pemirsa dapat secara tepat dan akurat mengikuti sebuah proses atau langkah-langkah membuat sesuatu, melakukan suatu pekerjaan, atau menggunakan suatu alat. 

Ciri Teks prosedur

Ciri teks prosedur dari segi isinya ada tiga: 

(a)  panduan langkah-langkah yang harus dilakukan,  

(b) aturan atau batasan dalam hal bahan/kegiatan dalam melakukan kegiatan, 

(c) isi kegiatan  yang dilakukan secara urut (kalau tidak urut disebut tips). 

Ciri bahasa yang digunakan 

(a) kalimat perintah karena  pada teks prosedur pembaca berfokus untuk melakukan suatu kegiatan, 

(b)  Selain kalimat perintah juga diberikan  saran, dan larangan agar diperoleh  hasil maksimal pada waktu menggunakan, membuat, 

(c) penggunaan kata  dengan ukuran  akurat ( ¼  tepung, 5 buah rimpang kunyit), 

(d) menggunakan kelompok  kalimat dengan  batasan yang jelas (rebus hingga menjadi bubur, lipat bagian ujung kanan  sehingga membentuk segitiga sama kaki).

 Contoh Teks Prosedur: Cara Menggunakan Sesuatu

Cara Memainkan Angklung

Angklung merupakan warisan seni tradisional  Indonesia. Sebagai warisan seni yang sangat berharga, kita hendaknya  belajar  memainkan angklung.

Begini cara memainkan angklung. 

Pegang angklung dengan tangan kiri. Pegang angklung dengan cara memegang simpul pertemuan dua tiang angklung  vertikal dan hori ontal (yang berada di tengah), sehingga angklung dipegang tepat di tengah-tengah. 

  1. Pegang dengan genggaman tangan  dan telapak tangan menghadap ke atas atau pun ke bawah. 
  2. Posisikan  angklung yang dipegang tegak dan  sejajar dengan tubuh.  Jarak angklung dari tubuh sebaiknya cukup jauh (siku tangan kiri hampir lurus) agar angklung dapat digetarkan dengan baik dan maksimal.
  3. Pegang ujung tabung dasar angklung (hori ontal) dengan tangan kanan dan getarkan dengan getaran ke kiri dan ke kanan, dengan posisi angklung tetap tegak (horizontal), tidak miring agar suara angklung angklung rata dan nyaring.
  4. Sewaktu angklung digetarkan, sebaiknya dilakukan dengan frekuensi getaran yang cukup sering sehingga suara angklung lebih halus dan rata. 
  5. Mainkan angklung sambil berdiri agar hasil permainan lebih baik.


Selamat berlatih untuk melestarikan budaya kita.

Contoh teks Prosedur: Cara Membuat Sesuatu

Cara Membuat Obat Tradisional Insomnia

Anda mengalami insomnia (tidak bisa tidur)? Nenek  moyang kita mewariskan  resep tradisional untuk penderita insomnia.  

Bahan : 

  • 5 potong akar kelapa hijau masing-masing 4 cm
  • 600 cc  air

Langkah-langkah : 

  1. Ambil  5 potong akar kelapa hijau masing-masing 4 cm. 
  2. Tumbuk  kasar bersama  10 butir biji teratai. 
  3. Tambahkan 600 cc air ke dalam hasil tumbukan . 
  4. Rebus semuanya dengan anco yang telah dibuang bijinya sehingga air tersisa 300cc. 
  5. Minum selagi hangat.

Dalam teks prosedur tentunya terdapat tujuan komunikasi. Berdasarkan dua contoh teks di atas, tujuan komunikasinya ialah:

Teks 1: Untuk memandu orang yang akan memainkan angklung dengan langkah yang urut.

Teks 2: Untuk memandu orang yang akan membuat obat tradisional dengan langkah yang urut.

Sumber: Harsiati, T., Trianto, A., dan Kosasih, E. 2017. Bahasa Indonesia. Jakarta: Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan. Hal 83-84 dan 88