Lompat ke konten Lompat ke sidebar Lompat ke footer

Cerita Fantasi: Negeri Permen

Negeri Permen

Pada suatu hari, aku dan teman-teman saya berkumpul di tanah lapang dekat bangunan sekolah. Salah satu temanku bercerita yang katanya ada sebuah pintu rahasia yang tersembunyi di dalam hutan. Awalnya aku tidak begitu percaya, tetapi aku sedikit penasaran, sehingga aku ingin bertanya kepada ibuku untuk memastikannya. Setelah aku bertanya kepada ibu, ternyata itu semua benar.

Negeri permen
Negeri Permen (Ilustrasi)



Pada suatu pagi, aku dan temanku sepakat untuk mencari pintu rahasia  itu. Waktu terus berlalu, hingga hari semakin siang, kami belum menemukan pintu rahasia tersebut. Kami pun akhirnya memutuskan untuk istirahat karena lelah. Kami beristirahat di bawah pohon yang rindang dan berdaun lebat. Tiba-tiba, salah satu temanku yang duduk di dekatku merasa aneh, seakan-akan dia sedang diawasi. Dia pun melihat sekeliling dan ke belakang, tetapi tidak ada apa-apa. 

Tetapi pada saat dia menyentuh akar pohon, muncullah sebuah pintu kerajaan yang terbuah dari kayu dan terlihat warna-warni. Ketika kami ingin membuka pintunya, tiba-tiba muncul sebuah surat dari bawah pintu dan bertuliskan, “Waktunya hanya 5 jam.”  Lantas,  kami membuka pintu itu secara bersamaan, dan Bummm!!!

Kami semua terlempar di sebuah dunia yang aneh. Dunia yang penuh dengan permen yang warna-warni. Ternyata, kami berada di Negeri Permen. Tiba-tiba dari belakang kami muncul raksasa yang wajahnya tertutup dengan coklat putih dan permen karet. Ternyata, raksasa tersebut adalah seorang pangeran yang dikutuk karena sombong dan serakah.  Raksasa tersebut ingin kami mengubahnya kembali manusia seperti dahulu lagi dengan cara membagikan hartanya yang ada di istananya kepada beberapa orang yang membutuhkan dan memberi beberapa permen kepada kami. Akhirnya, raksasa tersebut berubah seperti dahulu lagi, yakni menjadi seorang pangeran yang berparas tampan. Setelah kami membantunya, tiba-tiba kami kembali ke dunia kami, yaitu di bawah pohon yang lebat itu. Lantas, kami pun tertawa bersama-sama dengan kegirangan.

Pengarang: Nurul Khoiriyah (7E/ SMP N 1 Sedan/ 2020)
 
Pemilik hak cipta dari ide cerita semua milik siswa. Pemilik blog (Pak Guru) hanya menulis kembali dan membenahi beberapa penulisan dan gaya bahasa agar terlihat lebih menarik untuk dibaca.