Lompat ke konten Lompat ke sidebar Lompat ke footer

Menganalisis Kaidah Kebahasaan Teks Editorial

www.zacky.web.id - Teks editorial adalah sebuah teks/artikel yang terdapat dalam surat kabar atau majalah yang mengungkapkan pendirian editor atau pimpinan surat kabar (majalah) tersebut mengenai beberapa pokok masalah. Teks editorial adalah tulisan yang ditulis oleh redaktur utama (pimpinan) media yang berisikan opini, argumen, pendapat, pandangan umum, atau reaksi mengenai suatu peristiwa atau kejadian (berita aktual) yang tengah menjadi perbincangan hangat di masyarakat. 

Ilustrasi
Sebelum lanjut menguraikan kaidah kebahasaan teks editorial, alangkah baiknya jika kalian membaca materi tentang pengertian dan struktur teks editorial terlebih dahulu. 

Kaidah kebahasaan teks editorial berciri bahasa jurnalistik. Ciri-cirinya sebagai berikut: 

1. Menggunakan kalimat retoris, yaitu kalimat pertanyaan yang tidak ditujukan untuk mendapatkan jawabannya. Pertanyaan tersebut dimaksudkan agar pembaca merenungkan masalah yang dipertanyakan tersebut sehingga tergugah untuk berbuat sesuatu atau mengubah pandangannya.

Contoh:
Lantas, sudah memadai kah penurunan angka kemiskinan sebesar 1% itu? 

2. Menggunakan kata-kata populer. Tujuannya untuk memudahkan pembaca memahami teks editorial. Selain itu, penggunaan kata-kata populer ditujukan agar pembaca rileks, meskipun membaca masalah serius. 

Contoh:
Masyarakat konsumen menjadi terkaget-kaget karena kenaikan harga tanpa didahului sosialisi. 

3. Menggunakan kata pengganti penunjuk yang merujuk pada waktu, tempat, peristiwa, atau hal lainnya yang menjadi fokus ulasan. 

Contoh:
Sungguh, kenaikan harga itu merupakan kado yang tidak simpatik, tidak bijak, dan tidak logis.  

4. Menggunakan konjungsi kausalitas, yakni sebab, karena, oleh karena itu, dan lain-lain.

Contoh:
Oleh karena itu, pencapaian kali ini harus menjadi alarm bagi pemerintah untuk lebih mennggenjot program pengikisan kemiskinan. 

 Pada artikel berikutnya, kita akan belajar mengenai langkah-langkah menulis teks editorial.

Pak Guru
Pak Guru Mencintai Sastra Sama Halnya Mencintai Kehidupan

Posting Komentar untuk "Menganalisis Kaidah Kebahasaan Teks Editorial"

Langganan