Lompat ke konten Lompat ke sidebar Lompat ke footer

Pengertian, Ciri, dan Contoh Teks Anekdot

Teks anekdot adalah sebuah cerita singkat yang lucu, menarik, dan mengesankan. Teks anekdot ini sangat unik karena berisi tentang cerita singkat yang mengandung unsur lucu. Hanya saja, bukan sekadar lucu saja, tetapi berisi sindiran. Tak jarang pula, dalam teks anekdot isinya terkadang mengandung unsur pendidikan dan kehidupan. Dalam teks ini, semua kritikan tersebut dibungkus dengan berbagai model, bahasa, dan pembahasaan yang memberikan kesan lucu dan terlihat menarik. 

Teks anekdot bisa berupa cerita yang menggambarkan suatu kejadian yang benar-benar nyata atau hanya sekadar fiksi belaka. Bergantung dari bagaimana ide atau gaya penyampaian cerita seseorang.  Teks Anekdot diceritakan dengan kisah yang sesingkat-singkatnya. Tidak perlu ditulis panjang, karena yang terpenting adalah maksud yang disampaikan penulis bisa tersampaikan. Berdasarkan cerita singkat tersebut, orang yang mendengarnya tidak akan merasa bosan.

Teks Anekdot
sumber: gambar-lucu.blogspot.com


Teks Anekdot  bukan hanya sekadar lelucon belaka, karena biasanya anekdot terkenal sebagai bentuk sindiran alami kepada suatu hal. Contoh anekdot cukup beragam. Ada yang kisahnya bertema tentang kehidupan, sekolah, maupun pendidikan. Tema kritik juga menjadi tema yang sering kali dikisahkan dalam anekdot. Khususnya kritik yang ditujukan kepada pemerintah, layanan publik, atau lingkungan sosial. 

Makna dalam teks anekdot bersifat tersirat. Maksud tersirat dalam anekdot yaitu di balik tokoh-tokoh  yang diceritakan dan jalan ceritanya, tersimpan kritik dengan kemasan yang cerdas dalam bentuk cerita yang menggelikan.

Meskipun teks anekdot berisi cerita lucu untuk menghibur pembacanya, anekdot memiliki ciri-ciri. 

Ciri-ciri teks anekdot sebagai berikut:

  1. Ceritanya bersifat menggelitik dan mampu membuat para pembaca terhibur. 
  2. Ada unsur lucu dan humor dalam cerita. 
  3. Cerita bisa jadi membicarakan orang penting. 
  4. Mengandung unsur sindiran. 
  5. Kisahnya hampir serupa dengan dongeng, meskipun terkadang diambil dari kisah nyata. 
  6. Diceritakan dengan tujuan tertentu. 
  7. Menceritakan tentang karakter manusia dan hewan yang terlihat nyata dan terhubung secara umum. 
  8. Bahasa anekdot dikemas menggunakan kata kias atau konotasi, Pengandaian, perbandingan, ungkapan.

Perlu dipahami, teks anekdot berbeda dengan teks humor. Meskipun sama-sama mengandung cerita lucu, maksud dan tujuannya sangat berbeda. Lantas, apa perbedaan teks anekdot dan teks humor?

eks anekdot berisi cerita lucu tetapi terdapat maksud lain yang berupa sindiran kepada pihak tertentu. Sedangkan teks humor adalah cerita lucu yang difungsikan untuk menghibur semata.

Untuk lebih jelasnya, perhatikan contoh berikut:

Teks 1: Dosen yang juga Menjadi Pejabat 

Di kantin sebuah universitas, Udin dan Tono dua orang mahasiswa sedang berbincang-bincang.

Tono :  “Saya heran dengan dosen ilmu politik, kalau mengajar selalu duduk, tidak pernah mau berdiri.”  

Udin :  “Ah, begitu saja diperhatikan sih Ton.” 

Tono :  “Ya, Udin tahu sebabnya.” 

Udin :  “Barangkali saja, beliau capek atau kakinya tidak kuat berdiri.” 

Tono    :  “Bukan itu sebabnya, Din. Sebab dia juga seorang pejabat.” 

Udin :  “Loh, apa hubungannya.” 

Tono :  “Ya, kalau dia berdiri, takut kursinya diduduki orang lain.” 

Udin :  “???”

Teks 2: Surat Cinta Tukang Buah dan Tukang Sayur 

Surat Tukang Buah kepada Tukang Sayur  

Wajahmu memang manggis sifatmu juga melon kolis Tapi hatiku nanas karena cemburu Terasa sirsak napasku Hatiku anggur lebur Ini delima dalam hidupku Memang ini salakku Jarang apel di malam minggu Aku ... mohon belimbing-mu Kalo memang per-pisang-an ini yang terbaik untukmu Semangka kau bahagia dengan pria lain. Sawo nara.

Dari: Durianto 

Balasan dari Tukang Sayu

Membalas kentang suratmu itu Brokoli-brokoli sudah kubilang Jangan tiap dateng rambutmu selalu kucai Jagungmu tak pernah dicukur. Disuruh dateng malem minggu eh nongolnya hari labu.  Ditambah kondisi keuanganmu makin hari makin pare. Kalo mau nelpon aku aja mesti ke wortel. Terus terong saja, cintaku padamu sudah lama tomat.  Jangan kangkung aku lagi aku mau hidup seledri. Cabe dech. 

Dari : Sayurati

Berdasarkan dua contoh teks di atas. Teks 1 merupakan teks anekdot karena berisi sindiran kepada tokoh publik (pejabat) yang enggan menyerahkan kedudukannya begitu saja kepada orang lain. Sedangkan pada teks 2 merupakan teks humor, karena tidak ada maksud tersirat di dalamnya. Teks tersebut hanya berisi hiburan semata dengan permainan kata. 

Baca juga: Struktur dan Ciri Teks Anekdot