Lompat ke konten Lompat ke sidebar Lompat ke footer

Cara Menulis Kapitalisasi Judul

Kapitalisasi merupakan penyusunan kata dengan memakai huruf besar (huruf kapital) pada huruf awal dan serta huruf kecil pada huruf selanjutnya. Terdapat 2 tipe bentuk kapitalisasi utama, yakni kapitalisasi kalimat (sentence case) serta kapitalisasi judul (title case). 

Ketentuan kapitalisasi kalimat, cara penulisannya begitu sederhana dan simpel: Huruf yang mengalami kapitalisasi hanya kata awal, nama diri (misalnya: nama orang, nama lembaga, dll.), serta kata lain yang dikapitalisasi bersumber pada ketentuan lain (misalnya: singkatan MPR). Sedangkan untuk ketentuan kapitalisasi judul sedikit rumit dalam penulisannya.

Kapitalisasi
Kapitalisasi Judul
Aturan Kapitalisasi

Menulis kapitalisasi dalam judul, memiliki beberapa aturan. aturan kapitalisasi judul diatur dalam Pedoman Umum Ejaan Bahasa Indonesia atau PUEBI (terlalu) sederhana:

“Huruf kapital dipakai sebagai huruf pertama setiap kata (termasuk unsur kata ulang sempurna) di dalam judul buku, karangan, artikel, dan makalah serta nama majalah dan surat kabar, kecuali kata tugas, seperti di, ke, dari, dan, yang, dan untuk, yang tidak terletak pada posisi awal.”

Terdapat empat aturan dalam kapitalisasi judul yang tercantum dalam PUEBI, di antaranya:

  1. Ikuti aturan kapitalisasi kalimat.
  2. Kapitalisasikan semua unsur kata ulang sempurna.
  3. Kapitalisasikan semua kata yang tidak termasuk kata tugas.
  4. Kapitalisasikan kata tugas bila terletak pada posisi awal judul.

Kapitalisasi pada Awal Kalimat 

Awal kalimat wajib menggunakan huruf kapital. Hanya saja ada pengecualian ketika menulis di awal kalimat yang merupakan identitas diri.Sebelunya sering ada pertanyaan yang berbunyi: Bagaimana jika kata pertama adalah kata yang tidak diawali huruf besar, misalnya iPad atau hp (nama merek yang diawali huruf kecil) atau bin Laden (unsur nama seperti de, van, der, bin, atau binti tidak dikapitalisasi). Penulisan merek atau nama sebuah produk tidak dapat diubah menjadi huruf kapital karena merupakan identitas, jadi tetap ditulis iPad (bukan IPad) atau hp, bukan Hp.. Unsur nama yang biasanya tidak dikapitalisasi, tetap dikapitalisasi bila terletak pada awal judul, misalnya Bin Laden (bukan bin Laden)

Kapitalisasi pada Kata Ulang 

Penulisan kata ulang yang dimaksud adalah kata ulang sempurna, bukan kata ulang semi. Lantas, apa yang termasuk kata ulang sempurna? Kata ulang sempurna–dapat diartikan juga kata ulang utuh, kata ulang penuh, atau dwilingga. Kata ulang sempurna adalah kata ulang yang terbentuk dengan pengulangan seluruh bentuk dasar tanpa perubahan fonem atau huruf dan tanpa penambahan imbuhan. Misalnya, Kupu-kupu dan kura-kura. Jadi cara penulisan judul dengan kata ulang yang benar, misalnya, “Undang-Undang, Kupu-Kupu, dan Kura-Kura. Sedangkan cara penulisan judul pada kata ulang yang tidakutuh, kapitalisasinya hanya pada kata pertama saja. Misalnya, Sayur-mayur Bergerak-gerak, Warna-warni”. Sayur-mayur dan bergerak-gerak bukan kata ulang sempurna, sehingga huruf kapital hanya huruf pertama saja.

Kapitalisasi pada Kata Tugas

Penulisan kata tugas yang dimaksud adalah kata benda, kata kerja, kata sifat, kata keterangan, kata ganti, dan kata bilangan dikapitalisasi. Kekeliruan yang sering ditemukan adalah tidak mengapitalisasi kata keterangan, misalnya tidak dan akan. Kata keterangan tetap harus dikapitalisasi bila dipakai pada judul. Sekadar contoh, bukan imbauan, “Presiden Tidak Akan Menyetujui Revisi UU KPK”. Kata tidak dan akan berfungsi sebagai kata tugas bukan kata hubung. Sehingga, kata tersebut harus ditulis kapital.

Terakhir, terdapat lima kelas kata yang termasuk kata tugas tetapi tidak dikapitalisasi. Kelima kata tersebut adalah kata depan (misalnya di), kata sambung (misalnya karena), kata seru (misalnya dong), artikula (misalnya si dan para), dan partikel penegas (misalnya pun). Kita kadang ragu untuk tidak mengapitalisasi kata tugas yang panjang, misalnya terhadap, atau kata yang tidak kita ketahui termasuk kata tugas, misalnya kata para. contoh kapitalisasi yang benar: “Kepercayaan Publik terhadap para Anggota DPR pun Menurun”.

Ada lima jenis kata yang termasuk kata tugas:

  • preposisi (kata depan): di, ke, dari, tentang
  • konjungsi (kata hubung): dan, atau, karena, yang
  • interjeksi (kata seru): oh, dong, kok, sih
  • artikula (kata sandang): si, sang (kecuali penulisan sang yang diikuti nama dewa, ditulis kapital)
  • partikel penegas: pun, per

Referensi:Ivanlanin