Lompat ke konten Lompat ke sidebar Lompat ke footer

Penggunaan Kata Sandang: Si dan Sang

Kata sandang merupakan sejenis kata yang berfungsi sebagai penentu atau pembatas yang letaknya di depan kata benda (nomina) atau kata sifat (adjektiva). Kata sandang tidak bisa berdiri sendiri, sehingga kata sandang tidak mempunyai makna tersendiri. Makna atau arti dari kata sandang bergabung dengan kata yang berada setelahnya. Kata sandang yang masih kerap digunakan dalam bahasa Indonesia, yakni: si dan sang. Meskipun kata sandang tidak mempunyai arti dan tidak bisa berdiri sendiri, tetapi kata sandang memiliki fungsi penting untuk menentukan makna dalam kalimat.

Si dan Sang
Si dan Sang

Meskipun ketika berdiri sendiri tidak memiliki arti, kaidah penulisan si dan sang terpisah dengan kata yang diikutinya, karena kata sandang berbeda dengan kata imbuhan (afiksasi). Kata si dan sang ditulis dengan huruf kecil, bukan huruf kapital. Perhatikan contoh penggunaan dalam kalimat-kalimat berikut.

Bedakan dengan contoh berikut ini. 

1. “Bagaimana caranya agar si kecil rajin belajar?” tanya ibu. 

2. Kedua orang itu, si Kecil dan si Kancil, adalah pembantu di pasar.

Kata kecil pada kalimat 1) ditulis dengan huruf kecil /k/ karena bukan merupakan nama. Pada kalimat 2) Kecil ditulis dengan huruf /K/ kapital karena dimaksudkan sebagai panggilan atau nama julukan. 

Contoh lain dalam penulisan si dan sang

  • Surat itu dikembalikan ke si pengirim
  • Akhirnya si Gajah berhasil menolong Buaya..
  • Ia selalu mematuhi nasihat atau perintah  sang kakak.
  • Harimau marah kepada sang Kancil.
  • Kita berserah diri kepada Sang Pencipta.

Penulisan si dan sang selalu menggunakan huruf kecil, kecuali jika setelah kata sang merupakan nama Dewa atau Tuhan ditulis menggunakan huruf kapital. Misalnya, Sang Dewa, Sang Pencipta, Sang Hyang Widi, dan lain sebagainya.

Untuk lebih jelasnya perhatikan kaidah kepenulisan kata si dan sang berikut!

1.    Kata "si" dan "sang" selalu diawali dengan huruf kecil, kecuali di awal kalimat.

2.    Kata "Sang" dan kata setelahnya diawali huruf kapital untuk nama Tuhan, selain nama Tuhan menggunakan huruf kecil.

3.    Kata biasa (misalnya pengirim, kakak) setelah "si/sang" diawali huruf kecil. Misalnya, si pengirim, si penjual, si cantik, dan lain sebagainya.

4.    Kata julukan (misalnya Buta, Kancil) setelah "si/sang" diawali huruf kapital (termasuk nama orang)

Lantas, bagaimana cara penulisan si dan sang jika pada judul? Silakan dibaca di Cara Menulis Kapitalisasi Judul.