Lompat ke konten Lompat ke sidebar Lompat ke footer

Memahami Informasi yang Disajikan dalam Ceramah

Pernahkah kamu mendengar orang yang berceramah? Pastinya sudah pernah, kan? baik mendengarkan secara langsung maupun melalui media elektronik. Pernahkah kamu memiliki keinginan untuk tampil di depan umum? Jika ingin tampil di depan umum, salah satu kegiatan berbicara yang bisa kamu lakukan adalah ceramah. Dengan berceramah, kita akan membagi pengetahuan dari apa yang kita kuasai. Bahkan, melalui ceramah, kita dapat berbagi ilmu yang kita miliki kepada orang lain. Jadi, apa itu yang dimaksud dengan ceramah?

pengertian ceramah
Pengertian ceramah

Menurut KBBI, ceramah adalah  pidato di hadapan banyak pendengar, mengenai suatu hal, pengetahuan, dan sebagainya. Sedangkan berceramah adalah memberikan uraian tentang suatu hal (pengetahuan dan sebagainya). 

Jadi, ceramah adalah pembicaraan di depan umum yang berisi penyampaian suatu informasi, pengetahuan, dan sebagainya. Yang menyampaikan adalah orang-orang yang menguasai di bidangnya dan yang mendengarkan biasanya melibatkan banyak orang. Medianya bisa langsung ataupun melalui sarana komunikasi, seperti televisi, radio, dan media lainnya.

Perlu digaris bawahi, bahwa ceramah itu berbeda dengan pidato dan khotbah. lantas, apa perbedaan antara ceramah, pidato, dan khotbah?

Pidato adalah pembicaraan di depan umum yang cenderung bersifat persuasif, yakni berisi ajakan ataupun dorongan pada khalayak untuk berbuat sesuatu. (baca: pengertian pidato dan fungsinya)

Khotbah adalah pembicaraan di depan umum yang berisi penyampaian pengetahuan keagamaan atau praktik beribadah dan ajakan-ajakan untuk memperkuat keimanan. 

Selanjutnya, berikut Pak Zacky kumpulkan beberapa pertanyaan sering muncul dalam materi ceramah.

  • Apa manfaat jika kamu mendengarkan ceramah? 
  • Apa manfaat jika kamu menyajikan ceramah? 
  • Kapan dan di mana saja kesempatan mendengarkan ceramah itu dapat kita ikuti? 
  • Bagaimana persamaan dan perbedaan antara ceramah dengan pidato serta khotbah? 
  • Informasi/pengetahuan apa saja yang dapat kamu peroleh dari teks ceramah di atas? Jelaskan! 
a. Apa manfaat jika kamu mendengarkan ceramah?

Ketika mendengarkan ceramah, banyak sekali manfaatnya. Berikut Pak Zacky cantumkan manfaat mendengarkan ceramah yang paling penting.

  • Menambah pengetahuan kita tentang suatu masalah.
  • Sebagai sarana pengingat untuk melaksanakan nasihat kebaikan.
  • Mengasah konsentrasi kita untuk menangkap isi dari ceramah.
  • Mendapatkan pencerahan pikiran dan hati untuk melakukan kebaikan.

b. Apa manfaat jika kamu menyajikan ceramah? 

Selain mendengarkan ceramah, menyajikan atau menjadi seorang penceramah juga memiliki manfaat, di antaranya:

  • Mengasah kemampuan berbicara kita di depan khalayak umum.
  • Mempertajam ingatan kita tentang suatu pengetahuan untuk disampaikan di depan banyak orang.
  • Mendorong kita untuk memperdalam suatu pengetahuan sebagai bekal materi ceramah.
  • Mendapatkan kebaikan karena kita telah membagikan pengetahuan/ nasihat/ petunjuk kepada orang lain.
  • Sebagai salah satu sarana menyampaikan hiburan disela-sela memberikan nasihat kebaikan.
  • Mendorong kita untuk berbuat sebelum menyampaikan nasihat sebagai wujud tanggung jawab pribadi.
  • Membangun pengakuan akan kemampuan kita dalam diri orang lain.

c. Kapan dan di mana saja kesempatan mendengarkan ceramah itu dapat kita ikuti? 

Berbicara mengenai kapan dan di mana kesempatan mengikuti ceramah, pasti akan membutuhkan waktu lama untuk menjelaskan, karena kesempatan mengikuti ceramah itu bisa di mana pun dan kapan pun. Misalnya, bisa di sekolah, puskesmas, lapangan, dan masih banyak lagi.

d. Bagaimana persamaan dan perbedaan antara ceramah dengan pidato serta khotbah? 

Berikut adalah persamaan antara ceramah, pidato, dan khotbah

  • Sama-sama menyampaikan secara lisan/ verbal suatu pesan 
  • Sama-sama disampaikan di depan khalayak umum.
  • Bahan materi atau wacana terlebih dahulu disiapkan sebelum beraksi.
  • Sama-sama menggunakan teks eksposisi.

Berikut adalah perbedaan antara ceramah, pidato, dan khotbah

Pidato: 

  • Topik pembicaraannya bersifat umum, 
  • Tidak terdapat interaksi antara sang pembicara dengan sang pendengar, 
  • Ditujukan untuk seluruh kalangan (kalangan umum), 
  • Dilakukan pada acara dan tempat tertentu.

Khotbah: 

  • Topik pembicaraannya tentang keagamaan tertentu, 
  • tidak terdapat interaksi antara sang pembicara dengan sang pendengar sama sekali, 
  • Ditujukan hanya untuk kalangan penganut agama tertentu, 
  • Biasanya dilakukan di dalam tempat ibadah agama tertentu.

Ceramah: 

  • Topik pembicaraannya bersifat pengetahuan ataupun keagamaan namun tidak di khususkan untuk agama tertentu, 
  • Terdapat interaksi berupa tanya jawab antara sang pembicara dengan sang pendengar, 
  • Bisa ditujukan untuk kalangan umum jika ceramah umum dan umat agama tertentu jika ceramah keagamaan, 
  • Biasanya dilakukan tempat ibadah, di kampus, di sekolah, di tempat khusus (aula) saat seminar/ ceramah umum.

e. Informasi/pengetahuan apa saja yang dapat kamu peroleh dari teks ceramah di atas? Jelaskan!

  • Mendapatkan hikmah baik dari apa yang sudah di sampaikan sehingga dapat diterapkan di dalam kehidupan.
  • Selain itu mendapat ilmu pengetahuan baru atau wawasan baru yang sebelumnya belum diketahui.
  • Ceramah juga bermanfaat untuk mendekatkan diri kepada Tuhan Yang Maha Esa agar selalu ingat dan berbuat baik kepada sesama umat manusia.
  • Memanfaatkan waktu luang. 

Contoh Ceramah

Bapak-bapak dan Ibu-ibu yang saya hormati,

Sebentar lagi kita akan sampai pada hari yang sangat bersejarah, yaitu tanggal 10 November atau yang disebut dengan Hari Pahlawan. Pada hari itu kita seluruh bangsa Indonesia akan mengenang kembali peristiwa besar sebagai momentum sejarah yang terjadi di Surabaya pada tanggal 10 November 1945.

Pertempuran hebat telah terjadi pada saat itu antara para patriot bangsa yang gagah berani melawan tentara Sekutu. Betapa pun lengkap senjata tentara Sekutu, tetapi tidak sedikitpun bangsa Indonesia merasa takut dan kecil hati. Padahal pada waktu itu senjata yang kita miliki sebagian besar hanyalah bambu runcing. Sementara itu, pihak musuh telah menggunakan senjata-senjata berat dan modern. Akan tetapi, dengan bekal semangat yang menggelora serta keyakinan yang kuat, tak setapak pun mereka mundur bahkan terus maju menantang maut. 

Hadirin yang berbahagia, 

Kita yakin bahwa para pejuang yang gugur di medan pertempuran di Surabaya tanggal 10 November 1945 melawan tentara sekutu yang angkuh dan angkara murka itu mati syahid. Oleh sebab itu, sudah sewajarnyalah jika kita bangsa Indonesia menghormati jasa mereka dengan memanjatkan doa kepada Allah agar arwah mereka diterima-Nya dengan kemuliaan yang setinggi-tingginya. Semoga mereka diampuni segala dosanya dan dilimpahi rahmat yang sebanyak-banyaknya.

Di samping itu perlu kita ketahui bahwa menghormati jasa para pahlawan bukan saja kita harus mendoakan mereka, tetapi yang lebih penting lagi ialah meneladani mereka dengan penuh semangat serta meneruskan perjuangan mereka dengan tekad yang bulat. Barangkali akan menyesallah mereka jika para generasi muda tidak berani menegakkan kebenaran dan keadilan serta tidak berani menyirnakan kemungkaran.

Saudara-saudaraku yang berbahagia,

Bukanlah bangsa yang besar, jika kita tidak bisa menghormati para pahlawan yang telah gugur mendahului kita. Keberanian dan tekad mereka, kita jadikan cermin pemandu yang dapat membimbing kita menuju kepada keutamaan amal dan menyemangati kita untuk berjuang dalam usaha membangun negara dan bangsa yang aman, tenteram, dan sentosa. 

Akhirnya, marilah kita panjatkan doa semoga arwah para pahlawan kita diterima di sisi Allah dengan kemuliaan yang setinggi-tingginya. Kemudian, semoga kita dan anak cucu kita bisa mengambil suri teladan untuk diamalkan dalam membangun negara yang aman, sentosa, adil, dan makmur.

Sumber: Buku Paket Bahasa Indonesia Kelas XI