Lompat ke konten Lompat ke sidebar Lompat ke footer

Pengertian dan Unsur Kalimat Efektif

Pengertian Kalimat Efektif

Kalimat efektif adalah kalimat yang menggunakan kaidah/struktur bahasa Indonesia dan pilihan kata baku. Ketidakefektifan kalimat dapat membuat pesan yang disampaikan pembicara atau penulis tidak sampai sehingga akan beda maknanya saat ditangkap oleh pendengar atau pembicara.

Ilustrasi

Unsur-Unsur Kalimat Efektif

Sebuah kalimat dinyatakan efektif bila mengandung beberapa ciri khas, yaitu kesepadanan struktur, keparalelan bentuk, ketegasan makna, kehematan kata, kecermatan penalaran, kepaduan gagasan, dan kelogisan bahasa.

Keparalelan

Keparalelan adalah kesamaan bentuk kata yang digunakan dalam kalimat itu. Artinya, jika bentuk pertama menggunakan nomina, maka bentuk kedua dan selanjutnya juga menggunakan nomina. Begitu pun dengan verba. 

Contoh 1: 

1) Hutan bakau dikelompokkan berdasarkan pembentukan, pasang surutnya air, dan cara memanfaatkan. (kurang paralel)

2) Hutan bakau dikelompokkan berdasarkan pembentukan, pasang surutnya air, dan cara pemanfaatan (paralel)

Berdasarkan dua kalimat di atas, cara pembacaan kalimat kedua lebih enak dibaca, kan? Hal itu terjadi karena ada kesinambungan antara kata per kata yang dirincikan.

Contoh 2:

1) Hutan bakau memiliki beberapa manfaat: (a) melindungi pantai dari abrasi, (b) perlindungan organisme laut, dan (c) perbaikan ekosistem pantai di sekitar hutan bakau. (kurang paralel)

2) Hutan bakau memiliki beberapa manfaat: (a) melindungi pantai dari abrasi, (b) melindungi organisme laut, dan (c) memperbaiki ekosistem pantai. (paralel)

Berdasarkan dua kalimat di atas, cara pembacaan kalimat kedua lebih enak dibaca, kan? Hal itu terjadi karena ada kesinambungan antara kata per kata yang dirincikan.

Kehematan 

Kehematan adalah hemat mempergunakan kata, frasa, atau bentuk lain yang dianggap tidak perlu. Kehematan tidak berarti harus menghilangkan kata-kata yang dapat menambah kejelasan kalimat. Ada beberapa kriteria penghematan, yaitu:

a. Penghematan dapat dilakukan dengan cara menghilangkan pengulangan subjek. 

Contoh: 

1) Karena ia tidak diundang, dia tidak datang ke tempat itu. (tidak hemat) 

2) Karena tidak diundang, ia tidak datang ke tempat itu. (hemat)

Berdasarkan kalimat di atas, kata 'ia' yang berada di kalimat kedua dihilangkan. Menghilangkan kata 'ia' bertujuan untuk penghematan kata dan keefisiensi kalimat.

b. Penghematan dapat dilakukan dengan cara menghindarkan pemakaian superordinat pada hiponimi kata. 

Contoh: 

1) Ia memakai baju warna merah. (tidak hemat) 

2) Ia memakai baju merah. (hemat) 

Berdasarkan kalimat-kalimat di atas, terdapat penghilangan kata warna. Kata warna dihilangkan untuk menghindari pemborosan kata. Karena sejatinya, merah adalah warna. Jadi, tidak perlu menggunakan kata warna untuk menjelaskan kata merah.

c. Penghematan kata dapat dilakukan dengan cara menghindarkan kesinoniman dalam satu kalimat.

Contoh: 

1) Sejak dari pagi dia bermenung. (tidak hemat) 

2) Sejak pagi dia bermenung. (hemat) 

1) Semua itu disebabkan karena kurangnya disiplin. (tidak hemat) 

2) Semua itu disebabkan kurangnya disiplin. (hemat) 

d. Penghematan dapat dilakukan dengan cara TIDAK menjamakkan kata-kata yang berbentuk jamak.

Contoh: 

1) Para tamu-tamu datang tepat waktu. (tidak hemat)

2) Para tamu datang tepat waktu. (hemat)

Kata 'para' sudah menunjukkan sesuatu yang lebih dari satu. Jadi, tidak perlu menggunakan kata tamu-tamu.

Kecermatan 

Kecermatan adalah bahwa kalimat itu tidak menimbulkan tafsir ganda, dan tepat dalam pilihan kata. 

Contoh: 

1) Mahasiswa perguruan tinggi yang terkenal itu menerima hadiah. (salah)

2) Mahasiswa perguruan tinggi terkenal itu menerima hadiah. (benar) 

Nah, sekarang untuk latihan! 

Coba ubahlah/perbaiki kalimat-kalimat di bawah ini agar menjadi kalimat efektif. Kira-kira, kata apakah yang harus dihilangkan? Atau kata apakah yang perlu diganti?

  1. Aku pergi ke pasar kemudian aku pergi ke rumah teman untuk bermain sepak bola.
  2. Di sebuah pulau yang bernama Negeri Wano itulah, Luffy dan para pertemanannya bertemu dengan seorang kriminal bernama Kaido.
  3. Ibu membuat kue donat sangat terlalu manis, sehingga tak enak dimakan.
  4. Kerasnya upaya para mahasiswa dalam menjuangkan nasib buruh akhirnya sedikit membuahkan hasil yang memuaskan.
  5. Para siswa-siswa SMP N 1 Sedan diminta untuk selalu mengerjakan tugas.
  6. Joni selalu bermain gim PUBG Mobile setiap pagi. 
  7. Petani harus rajin agar supaya hasil panennya berlimpah. 
  8. Kemarin banyak para orang tua siswa yang datang ikut rapat.
Pak Guru
Pak Guru Mencintai Sastra Sama Halnya Mencintai Kehidupan

Posting Komentar untuk "Pengertian dan Unsur Kalimat Efektif"

Langganan