Lompat ke konten Lompat ke sidebar Lompat ke footer

Pengertian dan Contoh kalimat Persetujuan, Penyanggahan, dan Penolakan

Beberapa waktu sebelumnya, kita telah belajar mengenai jenis-jenis kalimat (kalimat perintah, saran, dann lain sebagainya).  Berikutnya, kita akan belajar mengenai kalimat lagi. Hanya saja, kalimat-kalimat berikut difungsikan untuk menganggapi suatu keadaan. Kalimat-kalimat tersebut di antaranya: kalimat persetujuan, kalimat penyanggahan, dan kalimat penolakan. Ketiga kalimat ini biasanya digunakan ketika sedang berdebat.

a. Kalimat persetujuan

Kalimat persetujuan adalah kalimat yang menyatakan persetujuan atau ketidaksetujuan. Umumnya, kalimat persetujuan diucapkan dalam pembicaraan atau percakapan di sebuah diskusi. Kalimat persetujuan ditujukan untuk menyatakan pendapat yang berupa persetujuan dalam diskusi untuk menemukan solusi.

  • Adapun beberapa hal yang perlu diperhatikan ketika mengemukakan kalimat persetujuan:
  • Dikemukakan dengan menggunakan bahasa yang benar.
  • Didukung dengan bukti-bukti atau keterangan yang logis dan jelas.
  • Tidak berlebihan dalam memberikan komentar yang melengkapi persetujuan.
  • Persetujuan diberikan secara objektif disertai dengan fakta yang konkret.
  • Kalimat yang digunakan harus mudah diterima dan tidak berbelit-belit

Contoh: 

Saya mendukung usulan Ibu Diana bahwa sebaiknya kita mengisi liburan di bulan Ramadhan dengan kegiatan mengaji bersama karena dapat meningkatkan pemahaman kita tentang ilmu fikih dan tajwid sekaligus melakukan hal-hal positif.

b. Kalimat penyanggahan

Kalimat penyanggahan adalah kalimat yang menyatakan penyanggahan. Kalimat penyanggahan umumnya befungsi untuk menyatakan sanggahan terhadap pendapat orang lain yang tidak disetujui. Kalimat sanggahan ini hendaknya disampaikan dengan sopan dan penuh rasa hormat agar terhindar dari perselisihan pendapat. Selain itu, ketika menyampaikan sanggahan hendaknya disertai dengan berbagai alasan yang jelas dan masuk akal.

Berikut adalah beberapahal yang perlu diperhatikan ketika mengemukakan kalimat penyanggahan

  • Dikemukakan secara obyektif, logis, dan jujur.
  • Disampaikan tanpa emosi, marah, dan prasangka negatif
  • Menunjukkan data, fakta, ilustrasi, contoh, atau perbandingan-perbandingan yang dapat meyakinkan peserta lain
  • Sanggahan disampaikan secara runut, rinci, teliti, dan tidak berbelit-belit

Contoh

Menurut saya, pendapat Saudara Angga yang mengatakan bahwa kita tidak perlu mengikuti lomba sepak bola karena kurangnya personel yang bisa bermain sepak bola tidaklah tepat karena kita masih memiliki banyak teman yang bisa bermain sepak bola seperti Budi, Andi, dan Luffy.

c. Kalimat penolakan

Kalimat penolakan adalah kalimat yang menyatakan penolakan terhadap pendapat yang disampaikan oleh orang lain dalam sebuah diskusi. Sebagaimana halnya menyampaikan kalimat penyanggahan, kalimat penolakan juga hendaknya disampaikan dengan penuh rasa hormat dan sopan. Perlu diperhatikan bahwa ketika menyampaikan penolakan hendaknya disertai dengan argumentasi yang jelas dan masuk akal.

Berikut adalah beberapa hal yang perlu diperhatikan dalam mengemukakan kalimat penolakan

  • Dikemukakan secara obyektif, logis, dan jujur.
  • Disampaikan tanpa emosi, marah, dan prasangka negatif
  • Menunjukkan data, fakta, ilustrasi, contoh, atau perbandingan-perbandingan yang dapat meyakinkan peserta lain
  • Penolakan disampaikan dengan bahasa yang baik dan sopan
  • Penolakan disampaikan secara runut, rinci, teliti, dan tidak berbelit-belit
Contoh: 

Saya tidak sependapat dengan pendapat Lusi yang mengatakan agar sisa uang kas kelas digunakan untuk kegiatan makan bersama atau jalan-jalan berwisata akhir tahun. Jauh lebih baik sisa uang kas kelas disumbangkan kepada pihak-pihak yang membutuhkan, misalnya panti asuhan.

Referensi: Dosenbahasa 

Pak Guru
Pak Guru Mencintai Sastra Sama Halnya Mencintai Kehidupan

Posting Komentar untuk "Pengertian dan Contoh kalimat Persetujuan, Penyanggahan, dan Penolakan"

Langganan