Lompat ke konten Lompat ke sidebar Lompat ke footer

Kalimat Langsung dan Tak Langsung

Dalam sebuah percakapan pada cerita tentunya terdapat sebuah kalimat ujar. Salah satu kalimat ujar pasti mengandung kalimat langsung maupun tak langsung. Misalnya, dalam teks cerpen, fabel, fantasi, dan lain sebagainya.Kalimat tersusun dari kata atau frasa yang setidaknya memiliki dua unsur, yakni subjek (S) dan predikat (P). Ketika kita membaca suatu tulisan, kita pasti menemui berbagai jenis jenis kalimat. pada artikel ini, akan membahas kembali tentang kalimat, khususnya kalimat dalam sebuah percakapan, seperti kalimat langsung dan kalimat tidak langsung. 

kalimat langsung tak langsung
Ilustrasi 1

Kalimat Langsung

Kalimat langsung adalah kalimat yang diucapkan secara langsung oleh si pembicara (orang pertama) kepada orang kedua. Sedangkan kalimat tak langsung adalah kalimat yang berisi kutipan atau bentuk penyampaian ulang dari ucapan orang pertama yang diucapkan orang kedua kepada orang ketiga.

Singkatnya begini, coba perhatikan ilustrasi di bawah ini

kalimat langsung kalimat tak langsung
Ilustrasi Orang 1 2 3

Andi berkata, "Aku ingin membeli mobil." (Andi sedang berbicara kepada Shinta)

Kalimat tersebut merupakan kalimat langsung, karena orang pertama (Andi) berbicara secara langsung kepada orang kedua (Shinta).

Andi mengatakan bahwa ia ingin membeli mobil. (Shinta sedang berbicara kepada Tiara)

Kalimat tersebut merupakan kalimat tidak langsung, karena orang kedua (Shinta) mengulang atau menyampaikan perkataan Andi kepada Tiara (orang ketiga).

Jadi, kalimat langsung merupakan kalimat hasil kutipan dari ucapan seseorang tanpa melalui perantara dan tanpa merubah sedikitpun apa yang ia utarakan. Singkatnya, orang yang berbicara secara langsung kepada orang lain.

Ciri-Ciri Kalimat Langsung

1. Penulisan kalimat langsung diapit dengan tanda petik dua (" ...... ")

“Aku ingin membeli ponsel Samsung!” Arya merengek kepada ibunya.
2. Huruf pertama pada kalimat yang dipetik harus ditulis menggunakan huruf kapital.

Pak Hendra berujar, “Ponsel Samsung lebih baik dari Iphone.” (benar)

Pak Hendra berujar, "ponsel Samsung lebih baik dari Iphone." (salah) 

Namun, jika dalam satu kalimat terdapat dua atau lebih kalimat petikan, huruf pertama yang ditulis kapital cukup pada kalimat petikan pertama saja. Untuk kalimat petikan kedua, huruf pertamanya ditulis dengan huruf kecil, kecuali jika kata pertamanya merupakan kata Nama atau sapaan.

"Aku sangat suka hujan," teriak adik, "sebab itulah aku main hujan-hujanan." (benar)

"Aku sangat suka hujan," teriak adik, "Sebab itulah aku main hujan-hujanan." (salah) 

“Ketemu!” teriak Shinta dari bawah, “Pak Joko sudah ketemu!” (benar)

“Ketemu!” teriak Akhsan dari bawah, “pak Joko sudah ketemu!” (salah)

ntuk memisahkan kalimat petikan dan kalimat pengiring menggunakan tanda baca koma (,) di antara kalimat pengiring dan kalimat petikan dengan pola susunan sebagai berikut:

“Kalimat kutipan, kalimat pengiring, “kalimat kutipan.”

“Tadi saya melihat Susanti bahagia, Pak Budi berkata, “raut mukanya terlihat seperti habis mendapat undian.”

    “Kalimat kutipan,kalimat pengiring.  

“Serahkan saja tugas mengintai kepadaku! Aku tak akan mengecewakan kalian,ucap Sersan Dilan sembari meninggalkan ruangan. 

Kalimat pengiring, “kalimat kutipan." 

Fizi bercerita, “Aku ingin membeli avanza.”
Perlu diingat bila suatu kalimat kutipan yang ditulis sebelum kalimat pengiring merupakan kalimat pernyataan atau berita, maka sebelum tanda kutip terakhir, kalimat tersebut diakhiri dengan tanda baca koma (,) bukan tanda titik (.). Tanda baca titik (.) digunakan untuk mengakhiri kalimat berita atau pernyataan di suatu kalimat kutipan yang ditulis setelah kalimat pengiring.

Budiman berkata, "Aku mempunyai dua buah mobil." {benar)

Budiman berkata, "Aku mempunyai dua buah mobil". (salah)

Perlu diingat, penulisannya tanda titik (.) terlebih dahulu baru kemudian tanda petik dua (")

Kalimat langsung yang berupa dialog yang berurutan, maka di bagian depan kalimat kutipannya diberikan tanda baca titik dua (:). Tanda ini untuk memisahkan antara pihak yang mengutarakan dengan kalimat kutipannya.

Mahmud   : “Kamj lebih suka Oppo apa Vivo?”

Arya          : “Aku lebih suka dengan Samsung.”

3. Kalimat langsung dibaca dengan penekanan pada intonasinya, terlebih pada bagian kalimat kutipan.

Kalimat langsung terdiri dari kalimat pengiring dan kalimat kutipan. Misal pada kalimat : Ibu berteriak, “Cepat mencuci!”. Frasa “Cepat mencuci!” dibaca dengan nada yang lebih tinggi. Hal ini agar frasa tersebut mendapat perhatian pendengar mengingat ketika pengucapkan kalimat langsung pokok utama yang ingin disampaikan terdapat pada kalimat kutipan. Pembacaannya menggunakan intonasi dan ekspresi.

Contoh Kalimat Langsung:

“Taehyung akan membeli mobil baru bergambar bebek sore ini,” Jennie bercerita.

Lusy berkata, “Aku mungkin akan membeli mobil terlebih dahulu daripada membeli iphone X.”

“Andai aku orang paling kaya,” Amanda mulai bercerita, “mungkin aku sudah membeli mobil dan iphone X sekaligus.”

Kalimat Tak Langsung

Kalimat tak langsung merupakan kalimat yang menceritakan kembali isi atau pokok ucapan yang pernah disampaikan seseorang tanpa perlu mengutip keseluruhan kalimatnya.

Ciri-ciri dan Tata Cara Penulisan Kalimat Tak langsung

Seperti hal nya dengan kalimat langsung, kalimat tidak langsung juga memiliki ciri-ciri serta kaidah penulisannya sendiri yang membuat kalimat tidak langsung berbeda dengan kalimat lain. kalimat tak langsung ditulis seperti paragraf biasa. Hanya saja, untuk mengubah kalimat langsung menjadi kalimat tak langsung ada beberapa aturan yang harus dipenuhi.

Cara Mengubah Kalimat Langsung Menjadi Tak Langsung

1. Mengubah kata ganti orang pertama menjadi orang ketiga

Kata ganti orang pertama (aku, saya, kami, mereka) diubah menjadi kata ganti orang ketiga  (dia, ia, nama orang, dan mereka)

Contoh:

Rudi berkata, "Aku ingin pergi les ke Ganesha."

Rudi mengatakan bahwa ia ingin pergi les ke Ganesha.

2. Mengubah kata ganti orang kedua menjadi orang pertama

kata ganti orang kedua (kamu, kalian) diubah menjadi kata ganti orang pertama (says, aku, kami, dan kita)

Contoh:

"Kamu harus menyetir dengan hati-hati," nasihat Ayah.

Ayah berujar padaku bahwa aku harus hati-hati.